Terima kasih telah berkunjung...semoga yang tertulis melekat di hati...mari kita berbagi...
Tampilkan postingan dengan label Puji Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puji Prosa. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Kembali Alami

Dalam kehidupan ini terdapat beraneka ragam penyakit yang aneh-aneh. Hal tersebut dikarenakan setiap hari kita meracuni diri kita dengan makanan & minuman yang kita konsumsi, serta udara yang kita hirup. Akibatnya timbul kerusakan pada organ tubuh yang penting, misalnya : jantung, ginjal, paru-paru, hati, limpha, sehingga daya tahan tubh kita menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Oleh sebab itu kita harus mengkomsumsi obat herbal yang gunanya sebagai anti racun ( detoksifikasi ).
Sekarang ini telah banyak dijual abat anti racun yang mudah kita dapatkan, baik langsung atau lewat jaringan MLM. Mengingat begitu banyaknya tawaran baik lewat iklan atau hasil pembicaraan kita saat ngobrol di waktu luang dengan teman-teman kita, semua itu kembali ke kita yang ingin mengkosumsinya. Teliti sebelum membeli dan jangan coba-coba, itu adalah saran terbaik. Perhatikan dulu komposisi, masa kedaluarsa, ijin dari POM, kemasan, tingkat pemakai dan stnadar harga jualnya.
Kenapa kebanyakan orang lebih senang dan tertarik memakai herbal dari pada obat umum atau ke dokter. Dari hasil pembicaraan, mereka mau ke dokter jika sudah parah, jika sudah minum obat herbal tidak mempan. Katanya kalau minum obat umum ada bahan kimianya, memang cepet sembuh sih..... katanya, jika mengkosumsi herbal butuh berhari-hari baru dapat merasakannya. Beda jika herbal di ramu dengan obat umum, itu akan lebih cepet juga reaksinya, biasanya obat kuat, obat tahan lama dll.
Kita kembali ke alami dan rohani saja, diantarannya :

1.            Minum air putih saja sebanyak-banyaknya ( bukan tengelam atau kelelep ), biasanya 5 liter sehari. Minum sebanyak-banyaknya jika mau tidur dan bangun tidur, sisanya saat melakukan kegiatan seharihari
2.            Olah raga kecil, kapan saja ( tak usah terikat waktu ) atau kegiatan yang menunjang pergerakan otot-otot kita, misal : cuci piring, mangasuh anak, menyapu ruangan, intinya jangan malas lah....
3.            Berpikir positif, jangan biarkan otak kita memikirkan hal-hal bukan jadi porsi kita untuk memikirkan, biarkan semua lepas dan apa adanya ( bukan masa bodoh loh ).
4.            Shalat tepat waktu dan banyak berzikir, pada shalatlah kita menyukuri nikmat Allah dan dengan berzikir  memberikan ketenangan pada kita dan keluarga.
5.            Sabar dalam segala hal, innalillahi wa innalillahi rojiun, biasanya sikap ini banyak yang bilang tidak mudah dilaksanakan.
6.            Jangan panjang angan-angan, istilah umum katanya “ jangan ngimpi”
7.            Banyak silaturahmi, contonya : shalat berjamaah, gaul, ikut arisan, masuk organisasi dan ngobrol ama tetangga sekitarnya. ( jangan sering ke mal melulu )
8.            Makan minum berkaca dengan kehidupan orang kampung, mereka lebih alami, tidak ngoyo, tidak aneko worno ( bukan tidak mau mengikuti zaman loh.... )
9.            Tidur cukup, istirahat yang paling baik adalah tidur, kecukupan dalam tidur yang nyenyak adalah lebih baik, mengingat keesokan harinya akan dituntut lebih baik.
Sembilan point itu tidak tertutup untuk ditambah, tergantung kita melihat dari sisi mana.

Belajar Memaafkan

Yang satu ini, agak susah untuk dilakukan dan begitu mudah untuk di ucapkan. Kadang  kita sering menyalahkan orang lain, teman, saudara, anak, atasan, bawahan dll. Bahkan kadang kita menyalahkan organisasi, kelompok, partai, pemerintah,dll. Kenapa kita tidak memposisikan pada tempat yang disalahkan ? seringnya kita bagian yang menyalahkan. Saya salah......agak sulit di ucapkan, dicari berbagai argumen agar kita selalu benar ( egois ). Setiap orang tidak mau disalahkan dan tidak mau membuka ma’af begitu saja tanpa alasan yang masuk akal. Jika orang itu bersalah terus akan stempel tidak dapat bekerja dengan benar.
Dala keluarga sering terjadi kekerasan tehadap istri dan anak karena tidak ada kata ma’af yang terucap, sesering melakukan kesalahan yang sama dan kesalahan baru tidak ada kata ma’af maka akan menjadi bom waktu.
Kesadaran penuh dengan kesabaran dapat merubah semua itu menjadi normal kembali. Jika salah bukan berarti tidak ada hukuman, semua pasti ada sangsinya, secara moral yang salah sudah jatuh dan yang merasa benar diatas angin.
Pertanyaan adalah kenapa ada benar dan salah...? pada umumnya semua karena aturan yang menyebabkan demikian, dalam segala hal berlaku karena kita bermasyarakat dan berorganisasi.
Sekarang apa yang harus kita lakukan..? ya bekerja, bermasyarat, berkelompok dll dalam ketelitian yang harus benar apa adanya, jangan dibuat-buat, jika tak bisa terus terang dan tidak memaksakan.

Nama Anak

Apa arti sebuah nama.....?  sering kita dengar seperti itu. Nama adalah harapan orang tua, keinginan itu tercetuskan dengan harapan anaknya menjadi seperti nama yang diberikan. Sekarang ini sering dalam mempersiapkan nama, orang tua mencari lewat internet, membeli buku nama- nama anak dan minta pendapat orang terdekatnya.
Sebuah nama dapat memiliki banyak variasi dalam berbagai bahasa, biasanya untuk membuat suatu nama menjadi unik, orang juga membuat variasi mereka sendiri terhadap suatu nama yang telah ada. Nama-nama yang umum dipakai biasanya diturunkan dari nama orang-orang terkenal pada zaman dahulu, atau nama yang memiliki makna khusus (kata-kata yang indah, profesi orangtua, nama bunga, dll).


 Para ahli sosiologi berpendapat bahwa nama yang berikan orangtua kepada anaknya akan mempengaruhi kepribadian, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana cara orang menilai diri si pemilik nama.
Banyak alasan dan pertimbangan para orangtua dalam memilihkan nama anak. Ada yang menyukai anaknya memiliki nama yang unik dan tidak ‘pasaran’. Mungkin mereka tidak suka membayangkan ketika nama anaknya dipanggil di depan kelas, ternyata ada lima orang anak yang maju karena kebetulan namanya sama. Ada yang lebih suka anaknya memiliki nama yang singkat dan mudah diingat. Orangtua seperti ini akan beralasan, “Toh nanti anakku akan dipanggil dengan nama bapaknya di belakang namanya.” Walaupun pernah kejadian orang Indonesia yang diharuskan mengisi suatu formulir di negara Eropa agak kebingungan karena diharuskan mengisi kolom nama keluarga. Padahal sebagaimana juga kebanyakan orang Indonesia, nama yang ada di kartu indentitasnya hanya nama tunggal, tanpa nama keluarga atau bin/binti.
Beberapa orangtua lain memilihkan nama yang megah untuk buah hati mereka. Sementara bagi kalangan tertentu ada kepercayaan jika anak ‘keberatan nama’ nanti bisa sakit-sakitan. Sebagian orang ada yang menganggap nama sebagai sesuatu yang biasa, sekedar identitas yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ada lagi yang memilihkan nama untuk anaknya berdasarkan rasa penghargaan terhadap seseorang yang dianggap telah berjasa atau dikagumi. “As a tribute to,” demikian alasannya.
Contoh nama yang menjadi harapan orang tua nantinya :
  1.  Annisa Fitriani, dengan harapan menjadi wanita yang lemah lembut kembali bersih/suci
  2.  Salsabila Rahadatul’asy, seperti mata air surga yang mengalir menjadikan sumber kemakmuran hidup
  3. Ibrahim Seto Gavrila, seperti bapaknya nabi yang bersih/putih dan menjadikan Allah sebagai sumber               kekuatan
  4. Alisha Thia Maritza, dengan harapan menjadi wanita yang agung/mulia seperti dewi yang mendapat berkah illahi
  5. Dan lainnya lagi bisa dilihat disini...(http://id.wikipedia.org/wiki/Nama ) )

Dan ada yang mengingatkan dengan kata-kata bijak tentang nama yang melekat dalam dirinya seperti :
Maafkanlah musuh-musuh anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya.
John F.Kennedy
Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikapdan tindakan memberi. 
J. Donald Walters
Belum pernah ada seorang pun dalam sejarah kita yang menuntut kehidupan serba mudah yang namanya layak dikenang. 
Theodore Roosevelt
Awal kebijaksanaan adalah memanggil sesuatu dengan namanya yang benar.
The beginning of wisdom is to call things by their right names. 
Peribahasa Cina
Orang menaruh minat kepada namanya sendiri daripada nama orang lain di bumi digabung menjadi satu. 
Dale Carnegie - Pebisbnis Amerika

Demikian sedikit gambaran tentang nama yang kita punya, nama anak kita, saudara kita dll, sebagai tanda kita diberikan sesuatu pemikiran yang terbaik agar nantinya menjadi harapan orang tua, keluarga, agama dan bangsa.

Waktu Meng-Ajar

Begitu cepatnya waktu berjalan sampai kita kadang tak sempat terpikir kedepan seperti apa. Sekarang sudah bulan April sepertinya baru kemarin bulan Januari. Waktu berjalan secepat ini setahun seperti sebulan, sebulan begitu cepatnya seperti sehari, sehari seperti satu jam saja dan satu jam hilang begitu saja.....
Pada saat kita ngobrol dan ketemu teman, sobat karib, keluarga dan tetangga kadang ter-ucap pembicaraan yang menyangkut waktu seperti :
“ kita Jum’atan lagi...... kok cepat banget udah Jum’atan lagi yaa.....”
“ si Alisha udah mau jalan yaaaa......”
“ wah sebentar lagi anak-anak ujian nih....dan adikknya masuk sekolah deh ”
“kok sekarang musim hujan lagi yaa......”
“Butuh duit lagi nih.....untuk masuk sekolah “
“ wah si Mila udah gede bangeet yaa.....”
“ tahun ini Salsa masuk TK nih.....”
“si Desy mau lulus sarjana”
“ rambutnya bapaknya Gavril udah ubanan tuh...padahal kemarin masih hitam”
“baru aja shalat Dhuhur.... baru duduk bentar udah mau Ashar”
“sebentar lagi lebaran....ke Merak lagi.. kunjungi keluarga kakak nih...”
Masih banyak lagi coletahan yang ter-ucap, sengaja maupun tak sengaja menjadi pengingatkan kita agar cepat bertobat dan menajalankan perintah agama lebih baik lagi. Musim sudah bergerak kearah tak seperti biasanya,  ulat-ulat sudah bertumbuhan banyak di daerah dari kebun sampai kerumah dan jalanan, tidak seperti biasanya. Gempa dan stunami sudah sering tersiar di tv-tv, banjir dan longsor dimana mana, dan lainnya yang kadang terpikir “ siklus alam berubah”.


Koreksi Alam

musim berubah
alam berbenah
semua ada sebab
manusia membuat nanah

siklus terpotong
hilang tak berbekas
menjelma jadi baru
mata rantai berantai

timbul penyakit aneh
virus kebal imum
semua adaptasi
menyesuaikan dengan sendiri

semua berubah
seperti kita mengubahnya
instan dan praktis
anggapan ekonomis

dampak berbeda
timbul masalah nanti
cobaan berlanjut
generasi penerus

tidak mahu tahu
perlakuan seperti ini
mengambil untung
hutan lebat jadi gundul

tidak mahu tahu
mengebor sana sini
mengambil isi bumi
timbul erosi dan gempa bumi

tidak mahu tahu
dinamit sana sini lautan
ikan kecil dan besar rentan
penangkapan di luar kewajaran

tidak mahu tahu
semua mau enaknya
tidak mengerti dampaknya
alam akan menjadi petaka